Kamis, 02 Juni 2011

Perbedaan Archaebacteria, Eubacteria & sel Hewan, sel Tumbuhan

1. Eubacteria dan Archaebacteria

Awalnya, para ilmuwan mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kingdom yaitu tumbuhan dan hewan. Namun, seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, makhluk hidup sekarang terdiri atas enam kingdom. Sebelumnya, terdapat klasifikasi 5 kingdom dimana eubacteria dan archaebacteria tergabung dalam satu kingdom yaitu kingdom monera. Kingdom Monera meliputi seluruh makhluk hidup uniselular yang selnya bersifat prokariotik. Oleh sebab itu, terkadang kingdom ini juga disebut Prokaryotae.
Kingdom ini dibagi menjadi dua divisi yaitu bakteria atau Schizomycetes dan Cyanophyta atau ganggang hijau-biru. Cyanophyta sekarang ini lebih dikenal sebagai Cyanobacteria dan termasuk dalam bakteria. Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologis bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokariot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudian disebut Eubacteria. (Becker,Wayne M 2005)

Eubacteria (“bakteri sejati”) termasuk didalamnya bakteri dan cyano-bacteria (biasa dikenal sebagai alga hijau biru). Eubacteria merupakan organisme prokariot. Eubacteria berkembang biak dengan pembelahan biner meskipun beberapa spesies diketahui berkembang biak dengan tunas. Dinding selnya mengandung peptidoglikan. Peptidoglikan merupakan gabungan protein dan polisakarida.

Dalam sistem klasifikasi pada sistem enam kingdom, Archaebacteria termasuk dalam satu kingdom tersendiri. Archaebacteria termasuk kelompok prokariotik. Pertama kali diidentifikasikan pada tahun 1977 oleh Carl Woese dan George Fox. Ada tiga kelompok dari Archaebacteria, yaitu methanogens, halophiles, dan thermophiles. Hidup di lingkungan yang ekstrim (contoh: di temperatur yang amat tinggi atau amat rendah). Berbeda dengan Eubacteria, Archaebacteria dinding selnya tak mengandung peptidoglikan. ( Madigan, Michael.T. 2009)

Secara singkat perbedaan dari eubacteria dan archaebacteria sebagai berikut :
Archaebacteria Eubacteria
Komposisi RNA Polymerase Sepuluh arsitektur subunit inti Empat arsitektur subunit inti
Patogenisitas Nol Eubacteria Beberapa patogen
Hubungan dengan Organisme Lain Reksa Reksa, predator, patogen
Struktur selular Dinding selnya tak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid. Dinding selnya mengandung peptidoglikan.
Peranan di Alam Belum diketahui Peran yang signifikan dalam daur ulang hara



1. II. Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Seperti terlihat pada gambar diatas bahwa sel hewan maupun sel tum-buhan memiliki beberapa kesamaan organel sel. Namun, ada beberapa organel sel yang dimiliki oleh sel tumbuhan dan tidak dimiliki oleh sel hewan, begitu pula sebaliknya.

Organel khas pada tumbuhan, dinding sel berfungsi antara lain untuk melindungi protoplas, sebagai penguat tanaman dan mencegah terjadinya dehidrasi. Komponen utama penyusun dinding sel adalah polisakarida. Dinding sel tumbuhan muda masih terlihat tipis yang terdiri atas selaput zat pektin. Setelah sel tumbuhan bertambah tua, maka dinding sel akan menebal dan zat pembentuknya adalah selulosa. Dinding sel bagian dalam berhubungan langsung dengan membran plasma. Membran ini bisa terlihat apabila sel berada di dalam larutan yang lebih pekat daripada larutan dalam sel, sehingga membran plasma akan lepas.

Selain itu, organel khas yang terdapat pada sel hewan dan tidak banyak terdapat pada sel tumbuhan adalah sentrosom dan lisosom. Struktur sentrosom bisa dilihat dengan jelas apabila menggunakan mikroskop elektron.
Struktur sentrosom seperti rakitan batang-batang yang menyusun bangunan sekunder, sembilan batang membentuk bangun silinder, satu batang berada di pusat silinder. Lisosom merupakan organel khas yang hanya ditemukan pada sel hewan. Organel ini berfungsi dalam proses pencernaan intraselular.

Secara ringkasnya perbedaan dari sel hewan dan sel tuumbuhan adalah sebagai berikut :


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar